Logo Indonesia

CSPS-SKSG-UI Apresiasi 11 Perguruan Tinggi Peserta PPIF Kedaireka Kemendikburitekdikti

  Admin cspsui.com    Informasi Seputar Kegiatan CSPS CSGS SKSG UI    11-10-2023 17:11

CSPS-SKSG-UI Apresiasi 11 Perguruan Tinggi Peserta PPIF Kedaireka Kemendikburitekdikti

JAKARTA – Segenap tim peneliti dan pengurus Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) mengucapkan selamat dan sukses kepada empat finalis yang lolos seleksi dalam “Pitching Program Innovation Fund (PPIF) atau Program Menggagas Dana Inovasi”.

Tepatnya empat finalis yang telah lolos seleksi dari total 11 perguruan tinggi di Indonesia pada Selasa (3/10) di Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tema yang dibahas dalam kompetisi ini ialah “Kajian dan Pengembangan Integrated Farming (pertanian terpadu) Berbasis Pupuk Organik Cair (POC) Lokal.”

Keempat finalis itu berasal dari Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Universitas Andalas (Unand). Dalam proses ini, Ketua CSPS SKSG UI, Guntur Subagja Mahardika, dipercaya menjadi juri untuk menentukan tim yang lolos seleksi.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kedaireka (Kedaulatan Indonesia dalam Reka Cipta), sebagai hasil produk dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemendikburistekdikti), bekerja sama dengan PT. Pegadaian.

Acara ini juga didukung oleh Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI), tepatnya sebagai mitra PT. Pegadaian dalam program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PT. Pegadaian

“Apresiasi positif terhadap 11 perguruan tinggi di nusantara yang telah mengikuti Pitching Program Inovation Fund. Selamat dan sukses untuk empat finalis dari UGM, Unsoed, Unand dan IPB University yang telah memaparkan hasil kajian dan penelitiannya pada Selasa (3/10) di Hotel Grand Mercure, Yogyakarta,” ujar Guntur Subagja pada Selasa (3/10).

Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) INTANI itu, semua paparan peneliti dari 11 perguruan tinggi ini sangat kreatif dan inovatif, apalagi masing-masing tim dipimpin oleh guru besar dan profesornya.

Dalam kegiatan ini, Guntur Subagja menjadi tim penilai bersama-sama dengan Kepala Divisi Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Pegadaian, Rully Yusuf, dan Ketua Badan Pengembangan Pertanian Organik DPP INTANI, Ustaz Baharuddin Rahman.

“Saya bersama Bapak Rully Yusuf dan Ustaz Baharuddin Rahman yang jadi tim penilai merasa sulit menetapkan pemenangnya karena materinya bagu-bagus dari semua tim,” ungkap Guntur Subagja.

Lebih lanjut, Pembina DPP Insan Pariwisata Indonesia (IPI) itu berharap agar hasil  penelitian 11 perguruan tinggi ini dapat memberikan kontribusi dan solusi efektif dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Termasuk untuk mengatasi permasalahan petani, serta meningkatkan kesejahteraan petani, peternak dan pelaku sektor perikanan dan kelautan,” imbuhnya.

Indonesia, lanjutnya, memiliki banyak ahli di bidang pertanian, peternakan dan perikanan. Indonesia juga memiliki sumber daya manusia unggul, lengkap dengan area pertanian yang luas dan subur. “Kondisi ini tentu dapat menjadi bagian dari membangun kedaulatan pangan,” papar Guntur Subagja.

“INTANI telah bekerja sama dengan PT. Pegadaian dan CSPS SKSG UI dalam melatih para petani membuat pupuk hayati dan pupuk organik dengan bahan baku yang ada di sekitar mereka. Tepatnya dalam program TJSL PT. Pegadaian,” jelas Guntur Subagja.

Tujuannya, ungkap Guntur Subagja, ialah untuk meningkatkan produksi dan membangun kemandirian petani sehingga petani tidak tergantung pada pupuk subsidi.

“Tujuan lainnya ialah menyadarkan para pelaku dan pemegang kebijakan di sektor pertanian, perikanan dan kelautan, kehutanan, dan peternakan tentang pentingnya kebijakan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Asisten Staf Khusus (Astafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang Ekonomi dan Keuangan itu pun mengajak kepada para petani, nelayan, peternak, akademisi, peneliti, dan para pengambil kebijakan di sektor-sektor tersebut untuk bangga menjadi bangsa Indonesia. “Mari kita pupuk rasa bangga menjadi Indonesia,” ucapnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si.

Peneliti CSPS SKSG UI

Keterangan Foto: Guntur Subagja/ Kedaireka Kemendikbudristekdikti / Selasa, 3 Oktober 2023

Tag: #Teknologi

Langganan