Logo Indonesia

CSPS-SKSG-UI Apresiasi Kisah Inspiratif dan Perjuangan Hidup Anwar Ibrahim

  Admin cspsui.com    Informasi Seputar Kegiatan CSPS CSGS SKSG UI    08-09-2023 13:57

CSPS-SKSG-UI Apresiasi Kisah Inspiratif dan Perjuangan Hidup Anwar Ibrahim

JAKARTA - Dua peneliti Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI), yakni Sekretaris dan Bendahara CSPS SKSG UI, Yanuardi Syukur, S.Sos., M.Si., dan Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si., telah hadir dalam acara  Temu Anwar di Hotel Redtop, Jalan Pecenongan, Gambir, Kota Administrasi Jakarta Pusat, pada Selasa (5/9) malam.

Acara ini menghadirkan seorang narasumber utama, yakni Perdana Menteri (PM) Malaysia, Yang Amat Berhormat (YAB) Dato' Seri Haji Dr. (H.C.) Drs. Anwar bin Ibrahim. Beliau hadir bersama narasumber lainnya dalam acara ini, yakni seorang musisi, seniman dan politisi fenomenal Indonesia, Dhani Ahmad Prasetyo, yang akrab disapa Ahmad Dhani.

Sedangkan moderator dalam acara ini ialah sepasang suami - isteri aktor dan artis fenomenal Indonesia, yakni Raffi Farid Ahmad, yang akrab disapa Raffi Ahmad, dan Nagita Slavina Mariana Tengker, B.Comm., yang akrab disapa Nagita Slavina. Adapun mayoritas peserta dalam acara ini ialah Warga Negara Malaysia yang sedang menempuh pendidikan atau pun bekerja di Indonesia.

Dalam kegiatan ini, Perdana Menteri YAB Dato' Seri Haji Dr. (H.C.) Drs. Anwar bin Ibrahim, yang akrab disapa Anwar Ibrahim, menceritakan tentang kisah inspiratif dan riwayat perjuangan hidupnya hingga menjadi orang nomor satu dalam sistem pemerintahan di Malaysia, yakni Perdana Menteri.

Bagian paling menarik ialah kisah nyata bahwa PM. Anwar Ibrahim pernah mendekam dalam penjara di Malaysia selama 11 tahun. Pengalaman ini menjadi bekal penting dalam perjuangan politik Anwar Ibrahim, termasuk melawan tuduhan korupsi dan sodomi yang ia anggap fitnah belaka. Apalagi saat ditahan tahun 1999, Anwar Ibrahim sedang menjabat sebagai Timbalan (Wakil) Perdana Menteri Malaysia.

Anwar Ibrahim pun menceritakan aktivitas rutinnya selama berada di balik jeruji besi penjara, antara lain membaca berbagai buku bertema ilmu-ilmu sosial, politik, humaniora, budaya dan biografi serta ekonomi. Buku-buku itu dikirim oleh rekan-rekannya, baik buku dari Malaysia maupun luar negeri.

Ia juga rajin membaca buku-buku agama Islam dalam berbagai bidang keilmuan seperti Kitab suci Al-Qur'an, tafsir Al-Qur'an, hadis-hadis Nabi Muhammad Shallallahu A'laihi Wa Sallam (SAW), tafsir hadis Nabi Muhammad SAW, fikih, tarikh, tasawuf, dan tauhid.

Selain itu, PM. Anwar Ibrahim juga menceritakan kisah romantisnya di dalam penjara, yakni saat merasa rindu dan teringat dengan sang isteri tercinta, Yang Amat Berbahagia (YABhg) Dato' Seri Dr. Hajjah Wan Azizah binti Wan Ismail.

"Saat ingat isteri, Azizah, saya pun spontan berdendang lagu melayu populer berjudul Azizah, yang diciptakan oleh musisi, komedian dan aktor legendaris Melayu, P. Ramlee," ujarAnwar Ibrahim yang segera disabut tepuk tangan gemuruh oleh para hadirin.

P. Ramlee merupakan aktor, komedian dan musisi legendaris Melayu asal Aceh dan Malaysia. Ia bernama asli Teuku Zakaria bin Teuku Nyak Puteh.

Lebih lanjut, PM Anwar Ibrahim juga menceritakan kisah persahabatan dan hubungan dekatnya dengan Presiden Ketiga Republik Indonesia (RI), Prof. Dr.-Ing. Ir. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng., sewaktu berkunjung ke Jakarta, Indonesia, pada 2015. Tepatnya, sebelum terakhir kali Anwar Ibrahim ditahan di Malaysia. Saat itu ialah sehari sebelum waktu pembacaan vonis untuk Anwar Ibrahim di Malaysia.

"Beberapa bulan sebelum masuk penjara, saya sempat berkunjung ke Jakarta, Indonesia, dan bertemu langsung dengan  BJ. Habibie di kediamannya. Saat itu, dalam pertemuan empat mata dengan Presiden Habibie, beliau memohon dengan sangat, bahkan sambil terisak menangis, memohon agar saya tidak usah pulang kembali ke Malaysia," jelas PM. Anwar Ibrahim.

Bahkan Pak Habibie, lanjutnya, menawarkan rumahnya sendiri di Patra Kuningan untuk menjadi kediaman sementara bagi Anwar Ibrahim dan keluarga. "Anda lihat rumah saya, di kamar itu, anda bersama isteri dan anak-anak dapat tinggal di sana, sedangkan saya di kamar sebelah sini," ungkap Presiden BJ. Habibie seperti ditirukan oleh Anwar Ibrahim.

Namun saat itu, Anwar Ibrahim tetap bersikukuh untuk pulang ke Malaysia dan secara halus menolak permohonan BJ. Habibie. Saat itu, Anwar Ibrahim pun menyatakan sudah siap untuk menanggung snua resikonya jika kembali ke Malaysia, termasuk resiko untuk ditahan kembali di penjara.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani S.I.P., M.Si.

Peneliti CSPS SKSG UI

Tag: #Humaniora

Langganan