Logo Indonesia

CSPS-SKSG-UI Menghadiri Kuliah Umum Kebangsaan Jenderal TNI (Purn.) Andika

  Admin cspsui.com        15-08-2023 13:57

CSPS-SKSG-UI Menghadiri Kuliah Umum Kebangsaan Jenderal TNI (Purn.) Andika

JAKARTA - Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) turut berpartisipasi aktif dalam “Kuliah Umum Kebangsaan: Menyongsong Hari Kemerdekaan 17 Agustus” yang berlang-sung pada Selasa (8/8) siang, Pukul 13.00 – 16.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Kuliah Umum ini berlangsung di Aula lantai 5, Gedung Institute for Advancement of Science, Technology and Humanity (IASTH), Kampus Universitas Indonesia (UI), Salemba, Jakarta.

Adapun narasumbernya ialah Panglima TNI Masa Jabatan 2021-2022, Jenderal TNI (Purn.) Andika Muhammad Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M.Phil., Ph.D.

Turut hadir para peneliti yang juga Sekretaris dan Bendahara CSPS SKSG UI, yakni Yanuardi Syukur, S.Sos., M.Si., dan Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si. Keduanya juga mengemban amanat selaku Presiden dan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Rumah Produktif Indonesia (RPI).

Dalam acara ini, turut hadir dan memberikan kata sambutan Direktur SKSG UI, Athor Soebroto, S.E., M.M., M.Sc., Ph.D. Hadir pula Kepala Center for Strategic and Global Studies (CSGS) SKSG UI, Dr. Shobichatul Aminah, S.S., M.Si.

Sedangkan yang menjadi moderator merangkap pembawa acara (host) dalam Kuliah Umum ini ialah Dosen Program Studi (Prodi) Kajian Ketahanan Nasional (KKN) SKSG UI, Dr. Margaretha Hanita, S.H., M.Si.

Secara umum, Jenderal TNI (Purn.) Andika Muhammad Perkasa membahas seputar kondisi terkini generasi muda Indonesia, khususnya dalam menghadapi disrupsi ekonomi global dan perkembangan pesat teknologi digital.

Situasi ini semakin membuat kompleks tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh generasi muda Indonesia pasca pandemi Coronavirus Desease 2019 (COVID-19). Meskipun begitu, peluang selalu ada karena Indonesia saat ini sedang menghadapi bonus demografi.

Kondisi ini menyebabkan jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan jumlah penduduk usia lanjut dan anak-anak. Apalagi pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca pandemi COVID-19 tumbuh stabil di kisaran angka 5-7 persen.

Selain itu, Jenderal TNI (Purn.) Andika Muhammad Perkasa juga secara mengejutkan memanggil salah seorang peserta yang hadir untuk duduk di panggung depan. Namanya A’isyah, 16 tahun, seorang pelajar kelas 2 Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebelumnya, A’isyah menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh sang jenderal.

Kemudian, Jenderal TNI (Purn.) Andika Muhammad Perkasa pun memutarkan dua buah video untuk memberikan semangat dan motivasi kepada generasi muda Indonesia, khususnya para hadirin, agar terus belajar dengan penuh semangat dan tetap bekerja keras pantang menyerah dalam mengejar cita-citanya.

Video pertama menjelaskan tentang biografi dan riwayat hidup serta perjuangan tanpa kenal lelah dalam meraih cita-cita dari seorang Chief Executive Officer (CEO) Alphabet Inc., Sundar Pichai, yang juga CEO Google Inc. Berasal dari India, Sundar Pichai berhasil menjadi profesional muda sekaligus tokoh inspirator global di Google Inc.

Lalu video kedua menjelaskan tentang riwayat hidup dan biografi serta perjuangan sungguh-sungguh, termasuk kerja cerdas untuk meraih tujuan hidup, dari seorang CEO Microsoft Inc., Satya Narayana Nadella. Ia berasal dari India dan telah berhasil menjadi profesional muda, motivator serta tokoh global berpengaruh di bidang teknologi digital.

“CSPS SKSG UI sepakat dengan pernyataan Jenderal TNI (Purn.) Andika Muhammad Perkasa mengenai pentingya memperkuat ketahanan keluarga di era revolusi teknologi digital seperti saat ini,” tutur Yanuardi Syukur pada Selasa (8/8) sore di Kampus UI, Salemba, Jakarta.

Khususnya, lanjut Yanuardi, untuk melindungi anak-anak Indonesia dari pengaruh buruk teknologi digital seperti konten-konten negatif seperti pornografi, pornoaksi, pelecehan seksual, penyeimpangan seksual serta kampanye penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba).

“Kita harus melindungi generasi muda bangsa, anak-anak Indonesia, dari dampak negatif teknologi digital seperti internet, inteligensi artifisial (kecerdasan artificial), media sosial, dan Metaverse. Dalam konteks ini, ketahanan keluarga menjadi sangat penting dan tidak bisa diabaikan oleh seluruh omponen bangsa,” jelasnya.

Pernyataan senada diungkapkan oleh Peneliti CSPS SKSG UI, Muhammad Ibrahim Hamdani, tentang perlunya generasi muda membekali diri dengan modal pendidikan untuk mencapai cita-citanya sehingga mereka dapat bekerja secara profesional, sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing.

“Seperti dicontohkan oleh Jenderal TNI (Purn.) Andika Muhammad Perkasa mengenai riwayat hidup dan biografi dari Chief Executive Officer (CEO) Alphabet Inc., Sundar Pichai, yang juga CEO Google Inc., saya yakin generasi muda Indonesia juga bisa menjadi profesional sukses di level global,” jelasnya.

Apalagi saat ini, ucapnya, Indonesia sedang mengalami bonus demografi dimana jumlah generasi usia produktif jauh lebih besar daripada generasi lanjut usia dan anak-anak.

“Apalagi tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stabil di angka 5 hingga 6 persen pasca pandemi Coronavirus Desease 2019 (COVID-19). Kondisi ini tentu menjadi faktor pendorong bagi anak-anak Indonesia untuk berkiprah di tingkat global sebagai profesional muda, seperti Sundar Pichai dari India,” paparnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si.

Peneliti CSPS SKSG UI

Tag: #Science

Langganan